Faktor kedua, meningkatnya minat baca masyarakat, dampak positif berbagai program dan kegiatan, seperti Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Pekan Literasi Kalimantan Utara.
Faktor ketiga, meningkatnya aksesibilitas terhadap sumber daya literasi, seperti penyediaan akses internet gratis di perpustakaan dan sekolah.
Baca Juga:
Mencekam! 9 Pemancing Nunukan Hanyut hingga ke Perairan Malaysia
Disebutkan, meski IPLM Kalimantan Utara sudah meningkat, namun masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, salah satunya minat baca masyarakat yang masih rendah.
Berdasarkan survei GLN 2022, rata-rata masyarakat Kalimantan Utara hanya membaca 2,8 buku dalam satu tahun.
Selain itu, ketersediaan sumber daya literasi masih terbatas: di beberapa wilayah di Kalimantan Utara yang belum memiliki akses terhadap perpustakaan.
Baca Juga:
Ada Suara Dentuman, Pesawat Kargo Smart Air Diduga Hantam Tebing di Nunukan
“Kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga di perpustakaan juga masih perlu kita ditingkatkan kompetensinya menjadi lebih memadai,” tutur dia.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan IPLM Kalimantan Utara dapat mencapai angka 22 pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Daerah akan terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat, ketersediaan dan aksesibilitas terhadap sumber daya literasi, serta kualitas sumber daya manusia.[ss]