KALTARA.WAHANANEWS.CO, Tarakan - Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltara pada Februari 2025 tercatat kontraksi sebesar -0,04 persen (yoy), dengan komponen giro tumbuh 13,93 persen dan tabungan tumbuh 5,37 persen.
"Sementara komponen deposito terkontraksi -25,15 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Prov Kaltara) Hasiando Manik di Tarakan, Minggu (20/4/2025).
Baca Juga:
Pemprov Kaltara Rancang Ekonomi Biru Berbasis Karbon melalui Rehabilitasi Mangrove Nunukan
Kemudian kredit atau pembiayaan pada Februari 2025 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltara, yaitu tercatat tumbuh 23,87 persen (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaan, seluruh kredit tumbuh: Kredit Modal Kerja sebesar 15,09 persen (yoy), Kredit Investasi sebesar 45,20 persen (yoy) dan Kredit Konsumsi sebesar 14,33 persen (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, sektor rumah tangga mendominasi penyaluran kredit sekitar 30,70 persen ada pertumbuhan 14,33 persen (yoy), disusul Industri Pengolahan dengan pangsa 20,98 persen alami pertumbuhan 156,65 persen.
Baca Juga:
Gubernur Kaltara Minta Peradi SAI Bela Masyarakat Tanpa Pandang Bulu
"Risiko kredit tetap terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-performing loan - NPL) pada Februari 2025 yang terjaga rendah sebesar 1,08 persen (gross), jauh lebih rendah dari threshold NPL yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 5 persen," kata Hasiando.
Penyaluran kredit UMKM pada Februari 2025 Kaltara tetap terjaga tumbuh sebesar 4,21 persen (yoy).
Total nominal kredit outstanding pada Februari 2025 sebesar Rp5,51 triliun dengan penyaluran terbesar kepada sektor ekonomi perdagangan besar dan eceran sebesar Rp2,48 triliun.
Pertumbuhan kredit periode laporan didukung dengan kualitas kredit yang terjaga dengan non performing loan (NPL) di level 3,13 persen.
[Redaktur: Patria Simorangkir]