Terlebih lagi, pada 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru Nusantara mencatatkan tonggak sejarah dengan melakukan ikrar Sumpah Pemuda.
Kata Erick, pemuda berjuang demi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, merekalah yang memiliki keberanian dan tekad kuat untuk berusaha melepaskan Indonesia dari penjajahan kolonial Belanda.
Baca Juga:
Kalah 5 – 1 dari Australia, Erick Thohir: Saya Tetap Dukung Tim Nasional
Potensi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 4.500 triliun, dengan pertumbuhan yang jauh lebih cepat sampai 8 kali dari pertumbuhan GDP negara. Ini akan menjadi lokomotif besar ekonomi.
Menurut Erick, dalam memaksimalkan potensi ekonomi digital tersebut, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan.
Pertama, sumber daya manusia demi terwujudnya knowledge based economy.
Baca Juga:
Rumor “Jeffrie Geovanie” Masuk Kabinet Prabowo Gantikan Erick Thohir, Pengamat Bilang Hati-hati
Kedua, ekosistem yang sedang dibangun dengan luar biasa. Terakhir, kemauan keberpihakan atau nasionalisme.
Erick menyampaikan, Kementerian BUMN berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada para pemuda untuk mendorong kepemimpinan muda.
"Di tahun 2023, saya ingin 10 persen direksi BUMN diisi oleh anak-anak muda. Perempuan juga harus punya andil mengambil bagian hal ini, minimal 25% direksi BUMN kita adalah perempuan. Selain itu, talenta-talenta BUMN akan kita dorong untuk digital ready,'" tuturnya.