Menurut BMKG, Gerhana Matahari Hibrida adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi.
Adapun Gerhana Matahari Hibrida terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris.
Baca Juga:
BMKG Prediksi Hujan Mulai Berkurang, Cuaca Indonesia Makin Panas
Sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.
Di tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari bumi sama dengan piringan Matahari.
Saat puncak gerhana matahari di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.
Baca Juga:
Muncul Fenomena di Jawa-Nusa Tenggara, BMKG Keluarkan Peringatan Periode 1-4 Mei 2026
Sedangkan di tempat tertentu lainnya, matahari seakan-akan tertutupi bulan.
Gerhana Matahari Hibrida terdiri dari dua tipe gerhana, gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total.
Peristiwa Gerhana Matahari Hibrida ini juga dijelaskan bahwa relatif terjadi cukup langka.