Sementara itu, Slamet Riyadi, salah seorang penerima program LUTD dari Kampung Tumbit Melayu, mengatakan, langkah yang dilakukan oleh PLN sangat membantu dirinya.
Apalagi dirinya hanya tinggal di gubuk sederhana, dan memanfaatkan penerangan dari lampu templok. Tentu kondisi ini sangat berbahaya.
Baca Juga:
Apel Penyalaan Serentak 1.400 Pelanggan, PLN UID Jakarta Raya Pastikan Ramadan Terang dan Lebaran Tenang
“Iya sangat bersyukur, saya kaget juga ada petugas PLN. Saya pikir, saya tidak akan mampu menyambung listrik.
Tapi mereka ( PLN UP3 Berau, red) mewujudkan mimpi saya,” ungkapnya.
Ia yang tinggal bersama anak dan istrinya hanya mengandalkan hidup dari perkebunan milik warga yang ia rawat.
Baca Juga:
Perkuat Literasi Energi Nasional, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Journalist Awards 2025
Tentu pendapatan tidak sebesar yang diharapkan, namun hanya cukup untuk makan saja.
Ia sangat bersyukur, tidak perlu lagi membeli minyak tanah untuk menerangi rumahnya.
“Tinggal ketek saja sudah nyala. Saya senang sekali,” ucapnya.