KALTARA.WAHANANEWS.CO, Tanjung Selor - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, meminta Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) untuk membela masyarakat tanpa terkecuali dan tanpa pandang bulu.
“Jangan karena berpikir tidak punya uang, tidak usahlah. Ini yang punya uang baru kita bantu. Jangan. Saya harapkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi SAI Tanjung Selor berbuat yang terbaik bagi masyarakat Tanjung Selor dan Kaltara,” ujar Gubernur Kaltara dalam pelantikan pengurus DPC Peradi SAI Tanjung Selor, Provinsi Kaltara masa bakti 2026-2030 di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Sabtu (4/4/2026) sore.
Baca Juga:
Pemkab Malinau dan PLBN Long Nawang Gelar Upacara HUT ke-80 RI
Di dampingi Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, ia mengucapkan selamat kepada ketua dan seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi SAI. Kata Zainal, amanah yang diberikan tentu bukan hal yang ringan, namun ia yakin pengurus mampu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
Profesi advokat, lanjutnya, memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Advokat merupakan profesi yang mulia dan terhormat yang mengemban tanggung jawab besar sebagai pengawal konstitusi, serta memastikan bahwa nilai-nilai keadilan dan supremasi hukum tetap terjaga.
Advokat, tambahnya, adalah pilar penegak hukum yang berdiri sejajar dengan aparat penegak hukum lainnya dalam sistem peradilan dan sebagai profesi yang merdeka, yang dalam menjalankan tugasnya hanya tunduk pada hukum dan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga:
Gubernur Kaltara Hadiri Munas Ketiga dan HUT Aspeksindo Tahun 2025 Jakarta
“Advokat menjadi pembela bagi mereka yang terzalimi dengan memberikan akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali dan tanpa pandang bulu tentunya,” tegasnya.
“Seorang advokat adalah pejuang keadilan yang tidak boleh mundur, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Semangat untuk menegakkan kebenaran dalam koridor perundang-undangan harus tetap menyala, sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan tekanan,” tambahnya tegas.
Ketua Umum Peradi SAI, Harry Ponto hadir dan melantik langsung kepengurusan DPC Peradi SAI Tanjung Selor. Di Kesempatan itu, ia menegaskan advokat bukan sekadar profesi, advokat adalah penegak hukum yang bebas dan mandiri.
Pada saat yang sama, kata dia, profesi ini memikul tanggung jawab sosial, termasuk kewajiban memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat yang tidak mampu.
“Jadi sejak awal profesi ini memang tidak dibangun hanya untuk mencari nafkah dalam bidang hukum, tetapi juga mengabdi pada keadilan,” tegasnya.
Karena itu, ia berpesan kepada DPC Peradi SAI Tanjung Selor yang diketuai Selecius Nicator Montonglayuk itu beberapa hal. Yang pertama ia meminta agar menghidupkan organisasi ini dengan kerja, bukan dengan gaya.
Sebab, lanjutnya, organisasi tidak diukur dari tebalnya surat keputusan (SK), tidak diukur dari panjangnya susunan pengurus dan tidak diukur dari ramainya pelantikan. Tapi organisasi diukur dari terasa manfaatnya atau tidak.
“Jadikan DPC ini jadi rumah bagi advokat, rumah bagi senior untuk berbagi pengalaman, berbagi wisdom dan menjaga marwah profesi , rumah bagi junior untuk belajar, bertanya dan tumbuh secara lebih percaya diri serta jadi rumah yang teduh, yang membuat setiap anggota merasa dihargai, dilibatkan dan punya tempat untuk berkontribusi,” pesannya.
Pesan selanjutnya ia meminta agar menjaga kualitas dan etik. Karena, advokat tidak cukup hanya pandai bicara, advokat harus kuat dalam pengetahuan, matang dalam sikap dan bersih dalam integritas
“Jangan sampai jasnya rapi, tapi argumentasinya kosong. Jangan sampai suaranya lantang, tapi etikanya bolong,” tukasnya.
Kemudian ia juga meminta agar pengurus dan anggota hadir bermasyarakat, supaya jangan sampai organisasi hanya terasa manfaatnya bagi anggotanya. Kalau hanya bermanfaat untuk anggota, kata dia, itu hal yang terlalu kecil.
“Rakyat juga harus merasakan kehadiran kita melalui penyuluhan hukum, bantuan hukum, edukasi dan sikap yang membela keadilan. Saya ingin DPC Tanjung Selor ini kelak dikenal sebagai DPC yang bekerja dengan tertib, serius dan terasa manfaatnya. Maka jangan habiskan energi untuk terlihat penting, habiskan energi untuk kerja,” pungkasnya.
[Redaktur: Patria Simorangkir]