WahahnaNews-Kaltara | Polemik kelangkaan dan harga minyak goreng yang melambung tinggi belum berakhir, kini muncul masalah baru yang menyangkut hajat hidup orang banyak di Indonesia, yakni terkait kelangkaan solar.
Di berbagai daerah, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kini mulai susah ditemukan.
Baca Juga:
Gawat...Modus Pakai Kartu Nelayan, Diduga Gudang Penimbunan BBM Solar Subsidi Di Desa Regemuk, Ranto Panjang Bebas Beroperasi
Antrean panjang berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan solar kini jadi pemandangan yang lazim (solar langka).
Kelangkaan solar sendiri sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa pekan.
Bahkan untuk sejumlah daerah, kelangkaan BBM solar sudah terjadi berbulan-bulan lamanya.
Baca Juga:
Pemkot Balikpapan Bentuk Tim Investigasi Penyalahgunaan Solar Subsidi Pemicu Antrean Kendaraan Panjang
Untuk mendapatkan solar, para supir bahkan harus berkeliling kota, mencari SPBU yang masih memiliki stok. Para sopir terpaksa antre, karena langkanya solar.
Di Kota Bogor contohnya, meski dekat dengan pusat pemerintahan, solar mengalami kelangkaan sejak beberapa hari belakangan.
Pada Minggu (27/3/2022), di sejumlah SPBU Kota Hujan, kini mengalami kelangakaan bahan bakar solar.