“Tentu saja ini akan mempermudah mereka untuk stok BBM,” katanya.
Sri Juniarsih menjelaskan, penggunaan jeriken sebagai tempat penyimpanan BBM memiliki sejumlah risiko, mulai dari potensi kebocoran hingga kehilangan bahan bakar. Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang lebih memadai, risiko tersebut dapat diminimalkan.
Baca Juga:
Luhut Warning APBN Terancam Jebol, Harga Minyak Bisa Tambah Defisit Rp 200 Triliun
“Fuel storage ini lebih aman dan memudahkan kepastian stok tersedia,” ungkapnya.
Selain itu, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas sektor pariwisata dan perikanan yang menjadi tulang punggung perekonomian Pulau Maratua.
“Kita meminimalisir insiden kalau dia jeriken bisa insiden atau hilang,” tambahnya.
Baca Juga:
Ekonomi Pancasila Jadi Fondasi, Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan untuk Semua
Ia menilai dukungan terhadap ketersediaan energi merupakan salah satu kebutuhan penting bagi daerah wisata seperti Maratua yang terus berkembang. Kepastian pasokan BBM akan berdampak langsung terhadap operasional resor, transportasi laut wisata, hingga aktivitas para nelayan.
“Pulau Maratua sebagai wisata perlu dukungan seperti itu,” tegasnya.
Meski demikian, Sri Juniarsih mengungkapkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama, salah satunya terkait akses pelabuhan di Maratua. Menurutnya, kondisi perairan yang didominasi karang membuat kapal-kapal tertentu kesulitan melakukan tambat dengan optimal.